Penjagaan dilakukan 10 anggota Brimob dan 10 anggota Sabhara. Para napi ataupun tahanan kasus terorisme ditempatkan di sel terpisah dengan tahanan lain.
Polisi masih menyelidiki hubungan Tendi Sumarno dengan Jamaah Ansharut Daulah. Tendi merupakan pria yang menusuk Bripka Marhum Frence di halaman Mako Brimob.