Bila melihat sejarah Pemilu di Indonesia sejak era reformasi tahun 1998, PDIP dan Golkar selalu saling menyalip posisi papan atas perolehan suara. Dua partai ini konsisten ada di posisi 3 besar meski bertukar posisi.
Penjajakan koalisi Pilpres langsung dimulai begitu hitung cepat sejumlah lembaga dirilis. PDI Perjuangan, partai yang memenangi hasil sementara quick count langsung atur strategi menjalin koalisi.
Partai Gerindra tak bisa sendirian mengusung Prabowo Subianto sebagai capres mengingat perolehan suara yang tak menembus ambang batas pencapresan. Dibutuhkan koalisi untuk menambal kekurangan suara Gerindra.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai yang menjadi pemenang pemilu versi quick count pun menyatakan membuka kemungkinan untuk koalisi dengan beberapa partai lain.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengaku melihat ada kejanggalan atas hitung cepat alias quick count pemilihan anggota legislatif kemarin.
Keinginan Pemprov DKI Jakarta mewujudkan Jakarta nan rindang dan asri serta bebas kriminal menemui kendala. Pemasangan CCTV di taman sekitaran Lapangan Banteng, Jakarta Pusat sulit diwujudkan karena masih terbentur persyaratan.
Spekulasi mengenai kemungkinan Pilpres 2014 hanya diikuti satu pasangan capres cawapres mulai muncul. Namun Komisi II DPR menepis kemungkinan tersebut.
Lagu 'Bagimu Negeri' didendangkan di kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jl Kebagusan, Jakarta Selatan, Rabu (9/4) sore. Lagu itu adalah lagu kemenangan bagi PDIP yang sukses menjadi rangking 1 di quick count Pemilu 2014.