Peringatan 60 tahun kematian Malcolm X diangkat kembali untuk mengenal sosok nasionalis kulit hitam yang memperjuangkan separatisme kulit hitam dan putih di AS.
Wartawan itu disebut dimasukkan dalam grup pesan teks tempat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan yang lainnya merencanakan serangan militer di Yaman.