Caleg Golkar di Tasikmalaya memasang baliho kampanye dengan foto Soeharto mesem. Baliho itu dinilai tepat jika memang masyarakat di wilayah kampanye sang caleg merindukan sosok Soeharto.
Caleg Golkar di Tasikmalaya memasang baliho kampanye dengan foto Soeharto mesem. Wasekjen Golkar Tantowi Yahya menilai baliho kampanye itu kreatif dan sesuai dengan keinginan masyarakat.
20 Mei 1998. Suasana mencekam di Jalan Cendana, kediaman Presiden Soeharto. Sampai malam, tamu-tamu penting berdatangan. Asisten Menteri-Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, memperhatikan kesibukan itu. Hari itu juga Yusril menelepon Ketua MA Sarwata dan membuat Sarwata panik.
Caleg Golkar di Tasikmalaya memasang baliho kampanye berukuran besar berhias foto Soeharto mesem. Golkar tak melarang dan mengapresiasi kreativitas calegnya.
Dua caleg Partai Golkar berkampanye dengan 'menghidupkan' kembali sosok Soeharto. Mereka memasang baliho besar bergambar ikon Orde Baru itu. Apa alasannya?
Puluhan mahasiswa menggelar aksi bertepatan dengan peringatan 15 tahun lengsernya almarhum Soeharto. Mereka melakukan aksi tiduran di tengah pertigaan jalan utama sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi perekonomian dan politik di tanah air.