Krisis yang terjadi di Mesir menarik perhatian Presiden AS Barack Obama. Bagi Obama, rakyat Mesir telah menjadi inspirasi bagi masyarakat dunia termasuk AS. Pemerintah AS pun siap memberikan bantuan apapun yang diperlukan untuk membantu rakyat Mesir.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rencananya akan menjemput sekitar 400-an Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Mesir, menyusul demo besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak turun. Agenda sidang paripurna pun terpaksa ditunda.
Presiden Barack Obama mengingatkan Presiden Hosni Mubarak bahwa dia harus memulai melakukan transisi kekuasaan "sekarang". Statemen ini seolah mengisyaratkan tawaran Mubarak untuk turun setelah pemilu bulan September 2011 tidaklah cukup.
Pemerintah Amerika Serikat memastikan saat ini militer Indonesia sebagian besar bergerak ke arah yang benar dalam penegakan Hak Asasi Manusia, meskipun belakangan beredar rekaman video penyiksaan terhadap warga sipil di Papua beredar.
Sesumbar demonstran di Mesir untuk mengumpulkan satu juta massa bukan gertak sambal. Terbukti, lebih satu juta massa melakukan aksi di hari ke delapan unjuk rasa di negeri Piramid tersebut.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta kepada Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk tidak lagi ikut dalam pemilu pada September 2011 mendatang. Permintaan tersebut disampaikan Obama melalui mantan Duta Besar AS di Mesir, Frank Wisner.
Presiden AS Barack Obama dijadwalkan bertemu chief executive dari sejumlah perusahaan teknologi. Misi di balik pertemuan ini salah satunya adalah untuk mencari solusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Revolusi yang tengah berlangsung di Mesir telah mengagetkan pemerintah dan militer Israel. Negeri Yahudi itu sama sekali tidak menduga krisis politik akan terjadi di Mesir.
Dahsyatnya aksi demo membuat pemerintah Mesir membungkam internet sampai berhari-hari. Dunia maya dipandang sebagai salah satu media paling hebat dalam mendukung pendemo menggalang aksi. Sampai kapan?