Pertamina mengembangkan kilang hijau di Cilacap untuk mendukung kemandirian energi dan mengurangi emisi karbon. Inovasi ramah lingkungan jadi fokus utama.
India menyumbang 9,3 juta ton sampah plastik per tahun, tertinggi di dunia. Penelitian menunjukkan perlunya perbaikan infrastruktur pengelolaan limbah.
PT Kilang Pertamina Internasional berinovasi dengan memproduksi sustainable aviation fuel (SAF) ramah lingkungan, menggunakan campuran minyak jelantah 3%.
Kilang Pertamina Cilacap memproduksi avtur tertinggi di Indonesia, mencapai 18,44 juta barel per tahun. Pertamina juga kembangkan bioavtur untuk kurangi emisi.
Pertamina meluncurkan inisiatif green refinery di Cilacap untuk produksi bahan bakar ramah lingkungan, HVO dan SAF, demi ketahanan energi berkelanjutan.