Insiden kecelakaan pesawat Merpati MA 60 di Kaimana, Papua kini memunculkan masalah seputar pengadaan pesawat dari China. Siapa pejabat yang menyetujuinya?
Isu kasus jatuhnya pesawat Merpati jenis MA-60 di Kaimana, kini menjurus pada dugaan pengadaannya yang bermasalah. Presiden SBY memerintahkan menteri teknis yang terlibat proses pengadaan, agar segera menyampaikan penjelasan kepada masyarakat.
Mantan Wapres Jusuf Kalla menepis dugaan pembelian pesawat MA60 Merpati berkaitan dengan proyek listrik 10.000 megawatt. Ia menekankan keduanya tidak saling berhubungan.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) China akan berangkat menuju ke Perairan Kaimana, Papua Barat untuk membantu KNKT Indonesia untuk mencaritahu penyebab jatuhnya pesawat Merpati MA-60. Hasil investagasi KNKT China akan diserahkan ke Indonesia dalam bentuk rekomendasi.
Black box atau kotak hitam pesawat Merpati MA60 yang jatuh di perairan Kaimana, Papua Barat, masih diproses KNKT. Black box insiden Papua sekaligus black box insiden Kupang akan dikirim ke China pada Rabu 11 Mei 2011.
Penumpang pesawat Merpati MA-60 yang jatuh di perairan Kaimana, umumnya ditemukan tanpa mengenakan pelampung. Menurut PT Merpati Nusantara, insiden kemarin tipe unplan emergency sehingga penumpang tidak sempat mengenakan pelampung.
Pesawat Merpati Nusantara jenis MA 60 dengan tujuan Sorong - Kaimana terjatuh pada hari Minggu pukul 15.15 WIT, di perairan Teluk Kaimana, Papua Barat. Berikut ini kronologi jatuhnya pesawat versi Merpati Airlines
FDR, bagian dari black box alias kotak hitam, pesawat MA 60 milik Merpati yang jatuh di Teluk Kaimana, Papua, telah ditemukan kemarin sore. Nah, sore ini giliran CVR, bagian black box lainnya, yang diangkat dari laut.
Kecelakaan pesawat MA 60 buatan China mendapatkan sorotan, dikaitkan dengan seringnya barang produksi China berkualitas rendah alias abal-abal. Namun MA 60 dikenal sebagian kalangan sebagai barang bagus.