detikNews Video Ricuh Saat Referendum Kemerdekaan Catalonia Pemerintah Spanyol menggelar referendum terkait nasib masyarakat Catalonia ingin merdeka. Terjadi kericuhan. Minggu, 01 Okt 2017 19:17 WIB
detikFinance Ini Pengusaha Asal Catalonia yang Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia Isak Andic yang memiliki kekayaan sebesar US$ 2,8 miliar, berasal dari Catalonia. Minggu, 01 Okt 2017 18:05 WIB
detikNews Referendum Catalonia Ricuh, Polisi Tembakkan Peluru Karet Proses referendum Catalonia ricuh. Polisi antihuru-hara disebut sempat menembakkan peluru karet. Minggu, 01 Okt 2017 17:52 WIB
Sepakbola Meski Pique Dukung Kemerdekaan Catalunya, Lopetegui Tak Masalah Salah satu bek timnas Spanyol, Gerard Pique, mengunggah dukungan untuk kemerdekaan Catalunya. Pelatih La Furia Roja, Julen Lopetegui, tak mempermasalahkannya. Minggu, 01 Okt 2017 16:30 WIB
detikFinance Ini Risiko Besar Bila Catalonia Merdeka dari Spanyol Spanyol dan Catalonia sama-sama harus bersiap menerima risiko, bila referendum Catalonia terwujud. Minggu, 01 Okt 2017 15:23 WIB
detikNews Pakai Kapak, Polisi Spanyol Rangsek Masuk ke TPS Pemimpin Catalan Polisi Spanyol merangsek masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) di mana Presiden Regional Catalan Carles Puigdemont dijadwalkan melakukan pencoblosan. Minggu, 01 Okt 2017 15:06 WIB
detikFinance Pusat Investasi, Catalonia Topang 20% Ekonomi Spanyol Catalonia menyumbang hampir seperlima dari ekonomi Spanyol, dan memimpin semua wilayah dalam menghasilkan 25% barang ekspor negara tersebut. Minggu, 01 Okt 2017 14:48 WIB
detikFinance Mengintip Potensi Ekonomi Catalonia yang Ingin Merdeka dari Spanyol Catalonia merupakan sebuah wilayah industri yang menyumbang cukup besar terhadap perekonomian Spanyol. Minggu, 01 Okt 2017 13:40 WIB
detikNews Meski TPS Ditutup, Warga Catalonia Tetap Antre untuk Referendum Warga Catalonia mulai mengantre untuk memberikan suaranya dalam referendum yang telah dilarang pemerintah Spanyol. Minggu, 01 Okt 2017 11:28 WIB
detikNews Meski TPS Ditutup, Pemimpin Catalan Tegaskan Tak Akan Menyerah Presiden Regional Catalan Carles Puigdemont menegaskan para pendukungnya tidak akan menyerahkan hak suara mereka meski dilarang Madrid. Minggu, 01 Okt 2017 03:37 WIB