Rusia kembali menyetujui satu obat antivirus Corona yang menunjukkan hasil efektif di uji klinisnya. Obat ini bahkan menghambat replikasi virus tersebut.
Setelah beberapa hari belakangan virus ini menuai kritik dari masyarakat dan ahli kesehatan, kini giliran Dewan Perwakilan Rakyat yang meloontarkan kritik.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) kini membantah klaim produk eucalyptus sebagai antivirus Corona.
Kementan akan memproduksi secara massal 'kalung anticorona' berbasis eucalyptus. Klaim 'antivirus' Corona memicu kontroversi karena dinilai berlebihan.
Remdesivir diketahui jadi kandidat pengobatan potensial bagi pasien COVID-19. Sayangnya obat ini justru dijual secara ilegal di pasar gelap seharga Rp 7 Juta.