Menjaga kesehatan dan aroma Miss V agar tidak berbau kurang sedap tidak cukup dengan perawatan dari luar saja. Perawatan dari dalam pun perlu dilakukan. Bukan dengan obat, tapi makanan yang Anda konsumsi.
Shireen Sungkar kini sedang menikmati menjadi seorang ibu muda. Ramadan tahun ini akan menjadi bulan puasa pertama yang dijalankannya sambil menyusui anak. Oleh sebab itu, ia mulai menyiapkan diri agar tetap bisa memberikan ASI dengan baik kepada putra pertamanya, Teuku Ada.
Konsumsi makanan berfermentasi seperti yogurt terbukti baik untuk<a href="https://food.detik.com/read/2013/03/19/131916/2197836/900/perut-ramping-dan-usus-sehat-karena-yogurt"> kesehatan pencernaan</a>. Baru-baru ini sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan konsumsi yogurt juga dapat mengurangi kecemasan seperti saat bertemu orang baru.
Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, 93,5% penduduk Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah. Hal ini pun disebutkan pakar karena kurangnya latihan konsumsi sayur sejak masa anak-anak.
Buah kaya akan berbagai nutrisi yang baik untuk kesehatan. Untuk mendapat manfaat maksimal dari buah, para ahli gizi menyarankan waktu ideal untuk melahapnya.
Sayur dan buah memang termasuk makanan sehat, namun konsumsi keduanya ternyata dapat mengganggu kualitas sperma. Hal ini disebabkan oleh kandungan pestisida yang kerap menempel di permukaan sayur dan buah.
ASI merupakan salah satu makanan terbaik untuk bayi. Kandungan gizinya yang sempurna untuk pencernaan dan juga pertumbuhan si kecil. Mengonsumsi makanan yang bergizi pada ibu dapat mempengaruhi produksi serta kualitas ASI.
Selama ini bayi hanya tahu jika makanannya adalah ASI (Air Susu Ibu). Namun saat usianya bertambah dan ASI tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak, MPASI pun mulai diperkenalkan. Lantas apa yang akan terjadi saat tubuh bayi beradaptasi dengan MPASI?