Baru 9 bulan menjabat Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Hardiyono Saroso dihadapkan pada kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman. Hardiyono dimutasi dari jabatannya sebagai Pangdam ke Mabes TNI AD setelah kasus ini.
Bentrokan kembali terjadi antara tentara Israel dengan para demonstran Palestina di sejumlah wilayah Palestina. Dilaporkan sedikitnya 35 orang mengalami luka-luka akibat bentrokan ini.
Insiden penyerangan LP Cebongan, Sleman berujung mutasi jabatan Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso dan Kapolda DIY Brigjen Pol Sabar Rahardjo. Keputusan semacam ini dinilai wajar terjadi bagi anggota TNI maupun Polri.
TNI Angkatan Darat (AD) telah mengumumkan pelaku pembunuhan tahanan di LP Cebongan dilakukan oleh 11 oknum Kopassus. Sutiyoso mengatakan peristiwa itu dilakukan oleh sebuah tim yang saling bekerjasama.
Keputusan mutasi Pangdam Diponegoro IV Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso dinilai sudah tepat. Mantan Wakil Danjen Kopassus Sutiyoso menyebut, keputusan tersebut merupakan 'hukuman' yang luar biasa bagi seorang Pangdam IV/Diponegoro.
Mabes TNI akan mengevaluasi pihak internal TNI yang menutup-nutupi peran TNI dalam penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogya. Yang dievaluasi, termasuk Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiyono Saroso.