Indonesia terhitung jarang menghelat event olahraga tingkat dunia. Kalau ada yang bisa rutin menggelarnya setiap tahun, Sirkuit Sentul mungkin jadi satu-satunya tempat.
Kondisi trek Sirkuit Sentul yang kurang baik saat menggelar GP2 diakui Tinton Suprapto. Meski begitu peluang untuk menggelar balapan yang sama tahun depan masih terbuka.
Sirkuit Sentul terancam tidak lagi menggelar seri GP2 Asia Series tahun depan. Hal itu disebabkan banyak keluhan akan kondisi sirkuit saat ajang tersebut digelar pekan lalu.
Melukis tubuhnya untuk pertama kali saat kelas tiga SMP, sekarang ada empat tato yang menghiasi badan Moreno Suprapto. Tak sembarang tato karena masing-masing punya makna.
Buat sebagian penonton, bisa menyaksikan Grand Racing adalah pengalaman langka. Jadi kalau stand penjual memorabilia tampak lengang, itu mungkin sudah bisa diprediksi.
Malaysia sama sekali bukan negara dengan tradisi F1 yang kuat, namun kini mungkin mereka tengah menapakinya. Setelah Alex Yoong, kini Negeri Jiran itu punya Mohamed Fairuz Fauzy.
Target Ananda Mikola untuk naik podium di Sentul akhirnya terwujud. Di race II, Speedcar, dia jadi pembalap tercepat ketiga di belakang Uwe Alzen dan Jean Alesi.
Sebelum balapan digelar, harga tiket untuk menyaksikan Grand Racing di Sirkuit Sentul dibanderol Rp 52.500. Tapi kenapa sekarang harganya bisa turun drastis jadi hanya Rp 5000 saja?
Jumlah penonton yang melonjak drastis di hari kedua gelaran Grand Racing mulai memunculkan wabah calo. Di pintu masuk menuju tribun, mereka bergerilya menawarkan dagangannya.