Kemampuan kerja intelijen Amerika Serikat (AS) dipertanyakan oleh warganya sendiri. Kerusuhan di Tunisia hingga Mesir yang terjadi akhir-akhir ini seharusnya bisa diprediksi.
Presiden AS Barack Obama mengecam kekerasan yang dilakukan terhadap para jurnalis di Mesir. Banyak pihak menuding kekerasan itu diperintahkan oleh Presiden Mesir Hosni Mubarak guna menekan pemberitaan internasional mengenai pergolakan di negeri itu.
Unjuk rasa jutaan massa yang menentang Presiden Mesir Hosni Mubarak berakhir. Sabtu (5/2) dini hari waktu setempat di Lapangan Tahrir, Kairo massa membubarkan diri.
Lebih dari sepekan demonstrasi antipemerintah Hosni Mubarak di Mesir berlangsung. Mubarak yang diminta turun dan angkat kaki masih bertahan. Bertahannya Mubarak ditengarai karena AS yang masih ragu bersikap.
Presiden AS Barack Obama berambisi untuk melepas 1 juta mobil listrik di jalanan Amerika Serikat hingga tahun 2015 mendatang. Tapi bagi beberapa kalangan, ambisi Obama ini bagai sebuah mission impossible.