Muara Siberut adalah pintu masuk Kepulauan Mentawai selain Ibu Kota Kabupatennya yaitu Kota Tua Pejat. Hampir setiap hari disiram hujan, tapi tidak pernah terlihat sepi. Sebelum masuk lebih dalam untuk melihat suku pedalaman Mentawai, ada baiknya mampir dulu di sini.
"Nggak ke Kepri kalau nggak nyobain Gong-gong" menurut salah satu kawan yang berasal dari Tanjung Pinang. Dari beberapa referensi pun mengatakan kalau gong-gong adalah makanan khas kepulauan Riau dan saya sendiri belum tau bentuk gong-gong sendiri seperti apa. Bertanya pada kawan yang asli Tanjung Pinang itu pun dijawabnya "yaudah, coba aja nanti, pasti enak deh.."
Yang lebih membuat pantai ini menarik minat pengunjung selain pasir pantainya yang putih dan halus adalah permainan air. Walau bukan pantai-pantai kelas resort, pantai Melur mempunyai wahana permainan air berupa Banana Boat. Ada beberapa speed boat dan banana boat disini, jadi tak perlu khawatir untuk mengantri lama karena banyaknya pengunjung yang ingin merasakan sensasi banana boat di Pantai Melur.
Pepohonan rindang menyelimuti jalan masuk menuju Bali Botanic Garden. Melewati pintu masuk pengunjung bisa merasakan damainya rerumputan hijau luas. Ada juga taman anggrek, rumah kaca kaktus dan treetop adventure park.
Menyusuri kaki Gunung Tambora dari Dompu menuju Labuhan Beranti memberikan sensasi tersendiri. Jalanan yang bergelombang, padang rumput dan kawanan kuda liar menjadi hiasan selama perjalanan
Komplek pemakaman raja-raja Riau, bisa kita temui di Tanjung Pinang tepat-nya di daerah Kota Piring, Sungai Carang dan Sungai Timun. Memang agak susah untuk dapat menuju ke daerah-daerah tersebut, karena tidak adanya penunjuk jalan