Pakis atau paku cukup menonjol pemanfaatannya di beberapa daerah. Masyarakat Minangkabau, misalnya, mengenal gulai paku yang gurih. Kalau di Bali, pakis banyak dipakai sebagai sayur lawar yang terkenal akan kelezatannya.
Rumah makan yang satu ini khusus menyediakan masakan Sasak (Lombok) di Jakarta sejak 20 tahun yang lalu. Bagi para penggemarnya, bersantap di RM Taliwang Bersaudara bagaikan pulang ke kampung halaman.
Sajian dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam biasanya sarat dengan bumbu dan rempah pekat. Pada umumnya, citarasa sajiannya mirip masakan India. Mungkin saja ini diakibatkan oleh pengaruh para peniaga dari Gujarat, India di masa lalu. Aceh, seperti banyak disebut orang, adalah singkatan dari Arab-Cina-Eropa-Hindustan - yaitu suku-suku bangsa yang turun-temurun beranak-pinak di kawasan yang juga populer dengan sebutan Serambi Mekah ini.
Parutan kelapa muda pun jauh dari harapan. Seharusnya masih empuk digigit. Tapi, yang dicampur ke dalam minuman saya parutan kelapa keras dan masih ada bekas kulit batok kelapanya. Duuuhhh, kalau seperti ini bisa kabur semua customer.
Nomenklatur lawa di Palopo dan Luwu ini sama dengan lawar di Bali. Soalnya, bila melihat bentuk sajiannya, lawa dan lawar mempunyai banyak kemiripan. Lawa maupun lawar sama-sama memakai sayur, parutan kelapa, serta tambahan protein.
Kue tradisional yang satu ini memang tidak pernah lekang dimakan waktu. Warnanya hijau cerah dengan topping parutan kelapa membuatnya tampil unik sekaligus menggoda. Sekali gigit hmm... rasa manis bercampur gurihnya benar-benar bikin ketagihan.
Sebagai warga Jakarta tak ada jika kita ikut mengenal berbagai kue khas Betawi. Selain roti buaya dan dodol Betawi, ternyata masih ada kue khas Betawi lain yang tak kalah lezat yaitu wajik. Nyok, kita kenalan dengan kue Betawi ini lebih jauh?
Tak sedikit penggemar penganan tradisional khas Bandung ini. Meski sederhana namun aspek kehalalan colenak tetap harus diperhatikan tentunya agar ketika dicocol hmm... rasanya tambah uenak!
Bentuknya bulat gendut cenderung lonjong. Kalau digigit rasanya kres..kres.. renyah di luar tetap lembut di dalamnya. Isiannya tumis oncom yang rasanya gurih-gurih pedas. Satu buah rasanya tak pernah cukup makan si gendut renyah ini!