IHSG diprediksi menguat terbatas. Dari dalam negeri masih ada tekanan terkait kondisi politik akibat disahkan RUU Omnibus Law dan tingginya kasus COVID-19.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kurang bergairah pada perdagangan Jumat (9/10) gegara investor masih melihat perkembangan demo tolak Omnibus Law.
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.690. Mata uang Paman Sam melemah dibandingkan kemarin pagi yang berada di level Rp 14.704.
Dari dalam negeri, pelaku pasar masih akan mencermati detail aturan UU Cipta Kerja utamanya mengenai perpajakan dividen dan sektor yang berpotensi diuntungkan.