Banyak catatan keberhasilan Presiden Joko Widodo dalam 100 hari pertamanya menjabat, demikian juga kritik dari masyarakat. Presiden harus berani mengevaluasi menteri yang tidak maksimal demi kelancaran pemerintahan.
Saat ini Jokowi dihadapkan pada polemik Cicak vs Buaya Jilid III. Dalam 100 hari pertama masa kerjanya yang jatuh pada 28 Januari 2015, Jokowi memang menghadapi banyak tantangan berat.
Polisi memburu pemasok narkoba jenis lysergic acid diethylamide yang dikonsumsi Christopher, tersangka kecelakaan maut Pondok Indah. Dijerat dua perkara.
Mantan Presiden SBY memberikan mandat dan wewenang bagi tim 8 untuk menjadi penengah pada kasus Cicak vs Buaya jilid I. Saat itu Keppres menjadi patokan mereka untuk menggali informasi dari kedua pihak yang bertikai.
Presiden Jokowi baru saja membentuk Tim independen untuk meredam kisruh KPK Vs Polri yang terdiri dari 8 orang. Jokowi mengatakan semakin banyak yang memberi masukan disamping Wantimpres semakin baik.
Presiden Jokowi didesak mengambil langkah tegas menyelamatkan KPK di tengah polemik Cicak vs Buaya Jilid III. Polemik ini sendiri berawal dari ketidaktegasan Jokowi terkait calon Kapolri. Kini semakin banyak pihak yang mendorong Jokowi tegas mengambil sikap.
Sikap ksatria sebagai pemimpin ditunjukkan Bambang Widjojanto. Meski belum tentu bersalah, dia berhenti sementara dari KPK setelah jadi tersangka. Namun sikap berbeda diperlihatkan Komjen Budi Gunawan. Dia bahkan 'dipromosikan'.