Partai Demokrat mempertimbangkan keluar dari koalisi Prabowo-Sandiaga. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin tak kaget dengan manuver Demokrat itu.
"Harapan kami Koalisi Adil Makmur solid bersama. Dan yakin Demokrat dengan kapasitasnya sebagai partai besar akan mengambil sikap yang bijak," kata Mardani.
BPN menyebut alasan duo PD Jansen dan Ferdinand aneh jika meninggalkan Prabowo karena Ani Yudhoyono di-bully. BPN menyebut, bisa saja buzzer tersebut penyusup.
"Situasi ini jelas menjadi bahan pertimbangan kami apakah kami masih pantas terus berada di koalisi Prabowo atau segera mundur saja dari koalisi," kata Jansen.
"Saya pribadi akan pamit baik baik mundur dari barisan Pak Prabowo ini. Karena saya juga ikut berjuang habis-habisan untuk menangkan Pak Prabowo," kata Jansen.