Saat berkunjung pertengahan Oktober 2010, udara Pulau Biak sedang panas-panasnya. Jam di tangan sempat mencatat suhu 35 derajat. Konon, udara seperti ini tandanya akan turun hujan malam harinya. Sayang, hujan memang tidak jadi turun sepanjang hari. Tapi sejuknya air Sungai Parai sudah lebih dari cukup mendinginkan kulit.
“We were stranger on the crazy adventure. Never dreaming how our dreams would come true. Now here we stand unafraid of the future. At the beginning with you..” Petikan lagu berjudul At The Beginning yang dinyanyikan Richard Marx dan Donna Lewis menjadi soundtrack penyemangat pagi saya dan rekan petualang saat memulai lembaran hari yang baru di Pagaralam.
Begitu Hadi Subiyanto sebagai pemeran Ketut Liyer muncul di layar, menggandeng lengan Julia Roberts (sebagai Elizabeth Gilbert), penonton langsung berseru, mengekspresikan perasaan senang, diiringi tepuk tangan.
Selain disambut dengan keindahan alam, situs-situs peninggalan sejarah, dan keunikan adat budaya setempat, anda akan disambut oleh beragam bangunan tempat ibadah yang megah nan indah di Palembang. Letaknya pun tak jarang ada yang berdekatan satu sama lain, ini merupakan sebuah bukti indahnya perbedaan dan kerukunan antar umat beragama di bumi selatan Sumatera.
Pulau Nias adalah sebuah pulau di Sumatra Utara yang menyimpan berjuta peninggalan sejarah, budaya, adat istiadat. Disamping itu terdapat juga wisata pantai yang tidak kalah indahnya, baik untuk bersantai maupun bermain surfing.
Sejarah telah mencatat bahwa Gunung Galunggung pertama kali meletus pada tanggal 18 Oktober 1822 dengan getaran sebesar magnitude 4,8. Letusan pertama ini memakan korban 4.011 jiwa. Pada 5 April 1982 Galunggung meletus lagi dengan getaran bermagnitude 4,4. Korban meninggal dunia sebanyak 68 orang dan merusak sekitar 22 kampung.
Kota Arish terletak 40 Km sebelum Jalur Gaza. Kota ini merupakan salah satu tujuan wisata di Mesir. Pantainya yang landai dan berpasir halus menjadi daya tarik utama pariwisata di kota ini.