Studi menyebut bahwa orang yang jalannya lambat bisa hampir empat kali lebih berisiko meninggal karena COVID-19. Ini diduga berkaitan dengan kebugaran fisik.
Beberapa varian COVID-19 disebut lebih resistan terhadap antibodi. Namun, studi terbaru menjelaskan tidak ada varian yang bisa menghindari semua antibodi.
JJ, warga Amerika Serikat yang baru merayakan ulang tahunnya yang kesembilan, mengeluh sakit tenggorokan. Delapan jam kemudian ia meninggal karena COVID-19.