Untuk melengkapi berkas kasus bisnis prostitusi yang dilakukan siswi SMP, polisi akan melakukan visum terhadap para 'anak buah' tersangka yang masih berusia 15 tahun itu. Visum dilakukan tim dari Pusat Pelayanan Terpadu (PPT).
Walikota Surabaya Tri Rismaharini menolak jika kasus pelajar SMP menjadi mucikari akibat pengaruh program penutupan lokalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya.
Bagaimana sampai gadis belia berusia 15 tahun yang masih duduk di bangku SMP terjerumus menjadi mucikari? Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun menilai, pihak sekolah kurang jeli dalam pengawasan anak-anak didiknya.
Siswi SMP yang menjadi mucikari terhadap teman-teman sebayanya diyakini hanya korban sebuah peristiwa. Seorang pengamat pendidikan menduga, tersangka dan beberapa gadis belia itu korban penelantaran keluarga dan masyarakat.
Akhir-akhir ini, pemerintah dan militer AS diwarnai isu skandal seks. Yang terbaru, pejabat keamanan diplomatik AS terindikasi menutup-nutupi praktik jasa prostitusi bagi pejabat melakukan kunjungan ke luar negeri.
Orang tua ABG yang menjadi mucikari dan para korban sama sekali tak tahu jika anak-anak mereka terlibat prostitusi. Saat mendengar mereka dipanggil polisi terkait kasus tersebut, mereka shock dan hanya bisa menangis.
Mucikari ABG yang menjadi tersangka penjualan gadis di bawah umur ini menggunakan berbagai macam cara untuk mengajak teman-temannya terjun ke dunia prostitusi. Korban diiming-imingi dengan barang mewah hasil dari menemani para hidung belang.
Polisi terus mengembangkan bisnis prostitusi yang dikendalikan seorang siswi SMP. Polisi kini mencoba mencari mantan 'mami' yang dahulu telah menjebloskan ABG 15 tahun itu ke dunia prostitusi.