Trump mengancam kenaikan tarif pada BRICS, karena mendorong "kebijakan anti-Amerika." Dalam KTT di Brasil, BRICS mengecam tarif AS dan serangan terhadap Iran.
Trump mengancam tarif tambahan 10 persen untuk negara-negara yang dianggap mendukung apa yang disebutnya sebagai "kebijakan anti-Amerika" dari kelompok BRICS.
China mengomentari ancaman terbaru Trump soal tarif tambahan sebesar 10 persen untuk negara-negara yang berpihak dengan blok BRICS, yang dituduh "anti-Amerika".
Agus menilai, pemerintah AS tidak akan mengenakan tarif tersebut kepada Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara yang cukup penting bagi AS.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan tidak ada pembicaraan tentang mata uang baru di KTT BRICS 2025, meski isu dedolarisasi terus berkembang.