Posisi nilai tukar rupiah terus tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini berkaitan dengan pembagian dividen yang dilakukan oleh perusahaan terbuka.
Bank Indonesia (BI) melaporkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sudah bergerak stabil di kisaran Rp 9.800-an. Rupiah hari ini, Rabu (12/6/2013) ditutup di level Rp 9.855/US$.
Bank Indonesia kemarin menggelontorkan dana besar untuk mengintervensi pasar agar nilai rupiah tidak jatuh, supaya tidak lagi menyentuh 10 ribu per dolar Amerika Serikat seperti sehari sebelumnya. Presiden dilaporkan memantau terus pergerakan rupiah, yang dalam sebulan terakhir terpuruk dari 9.700-an untuk tiap dolar AS hingga awal pekan ini mencapai 10.087 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah anjlok, bahkan dolar pernah menembur Rp 10.000. Kondisi ini memiliki dampak untung dan rugi bagi industri migas di tanah air.
Hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup Rp 9.830/US$, karena Bank Indonesia (BI) meredam gejolak rupiah. Jika tidak ada BI, dolar bisa tembus Rp 10 ribu, bahkan Rp 11 ribu.
Dolar AS terus menguat terhadap rupiah dan sempat menembus Rp 10 ribu hari ini. Pelemahan rupiah terhadap dolar bisa terus terjadi sampai lebaran ini, Kenapa?