Perbankan nasional menargetkan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) terjadi pada tahun 2006. Bank Mandiri menargetkan NPL netto di akhir tahun 2006 menjadi 5 persen.
Nilai tukar rupiah terus merosot dan berada di level Rp 10.669/dolar AS. Pelaku pasar mencemaskan tembusnya level Rp 10.500 per dolar AS kian membuat spekulan merajalela.