Uber dituding mengambil keuntungan di saat genting dengan tetap mengaktifkan 'surge pricing' ketika terjadi teror di jantung kota London, Inggris, pekan lalu.
Pasti banyak yang bisa kita lakukan apabila kita tidak terlalu sibuk menilai orang lain. Menjelek-jelekkan yang tidak di jalan yang sama. Memupuk kebencian.
Hanya dalam waktu 8 menit, polisi Inggris menewaskan tiga pelaku serangan teror di London. Setidaknya 8 polisi melepaskan 50 kali tembakan ke arah tiga pelaku.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London mengimbau traveler Indonesia agar menjauhi lokasi serangan teror, yaitu London Bridge dan Borough Market.