Presiden Prabowo menyoroti BUMN dalam pidato APBN 2026, menolak tantiem bagi direksi dan komisaris. Ia minta pengelolaan BUMN lebih efisien dan transparan.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan menugaskan Danantara Indonesia mengelola BUMN, menyoroti pengelolaan yang tidak efisien dan aset besar BUMN.