Kalangan pelaku industri otomotif sontak kaget dengan kenaikan uang muka (Down Payment/DP) kendaraan mulai Juni mendatang. Mereka pun mempertanyakan soal kenaikan DP kendaraan yang mencapai 30 persen tersebut.
Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bensin bersubsidi ternyata juga menjadi sorotan bos besar Nissan, Carlos Ghosn. Tapi, Ghosn percaya, kenaikan harga ini tidak akan mengganggu pertumbuhan penjualan mobil di nusantara.
BI menyindir perbankan yang begitu mudah memberikan kredit kepada nasabah. Bahkan ada bank-bank yang memberikan bunga KPR terlewat rendah dengan periode yang cukup panjang.
Diler dan showroom mulai memeras otak untuk mengakali kenaikan uang muka kredit. Toyota akan mengantisipasinya dengan lebih banyak menggelontorkan pembiayaan ala balloon payment.
Kebijakan pengetatan kredit kendaraan dengan menaikkan uang muka diyakini akan menurunkan angka penjualan, khususnya segmen Rp 150 juta seperti Toyota Avanza.
Keputusan BI menaikkan uang muka Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bertujuan untuk menyaring nasabah yang memang serius mengambil kredit.