Orang Indonesia itu ramah dan humoris. Itu kata seorang teman Australia yang jadi penduduk ilegal di Denpasar. Saking ramahnya, teman itu bisa hidup bertahun-tahun di negeri ini tanpa visa. Benarkah begitu? Ha ha ha !
Suatu hari nanti mungkin kita harus makan kedelai Amerika, beras Thailand dan jagung Mexico. Supaya petani makmur, badan kita sehat maka mulailah makan jagung dan singkong dari sekarang.
Makanan Palembang tak terbatas pada empek-empek tetapi masih ada brengkes tempoyak, pindang patin, pindang ikan baung yang tak kalah lezat. Di resto ini semua bahan diimpor dari kota asalnya, diracik oleh orang Palembang. Jangan heran kalau kami kalap menyantap hidangan serba lezat itu, meskipun harus terengah-engah, huah...huah... kepedasan!
Sudah berapa lama Anda tinggal di Jakarta? Pernahkah Anda mencicipi pecak salak, sayur gabus pucung, pecak gurame, atau nasi bukhari? Sederetan nama hidangan khas Betawi tersebut ada di berbagai pelosok Jakarta. Pengaruh budaya Cina, Arab, India dan Portugis menjelma dalam hidangan unik khas Betawi. Andapun bisa mencoba memasaknya sendiri melalui resep-resep di buku ini.
Ingin bersantap bagai Raja Melayu? ke Restoran Raja Melayu saja! Aneka hidangan dari tanah melayu, mulai dari gulai kepala ikan, pindang ikan patin, hingga berbagai minuman melayu tersedia di restoran ini. Pilihan ragam makanan dan pelayanannya yang ramah, dijamin membuat Anda makan terus dan terus...hmm nikmat!!
Pernah menikmati hidangan khas Papua? Walaupun kurang populer, makanan dari bumi cendrawasih ini ternyata menyimpan kelezatan tersendiri. Ikan Bobara yang segar dengan siraman kuah asam, sangat pas dinikmati dengan papeda yang mengepul panas. Lembut meluncur mulus ke dalam tenggorokan. Rasanya? hmm... luar biasa lezattt!!
Gara-gara harga makanan yang selangit, pelancong yang berwisata ke Sungai Musi Palembang mengaku kapok datang lagi. Enam cangkir kopi dihargai Rp 200 ribu.