Tinggal tiga hari lagi. Salah satu ponsel yang paling ditunggu tahun ini bakal diluncurkan di auditorium Radio City, New York, Kamis besok. Dia lah Samsung Galaxy S4. Undangan sudah ditebar ke pelbagai media sejak dua pekan lalu.
Apa harapan BlackBerry saat menghadirkan ponsel BlackBerry 10 pertamanya di Indonesia? Jawabnya simpel, ingin mempertahankan posisinya sebagai produsen ponsel dengan pengguna terbanyak di negeri ini.
Gelontoran data yang dimiliki perusahaan kadang sulit dikendalikan. Ujung-ujungnya, data yang harusnya bisa menjadi sumber informasi tersebut cuma sekadar menumpuk tak dapat dioptimalkan.
Samsung sudah berhasil menggeser Apple sebagai pabrik ponsel cerdas terlaris dunia. Tapi pabrikan Korea Selatan ini belum puas: mereka berusaha mengambil alih pasar bisnis yang selama ini dikuasai oleh BlackBerry karena pabrik Kanada itu bisa menjanjikan keamanan data.
Nokia yang semula adalah pemimpin pasar smartphone kini kepayahan membangun pamornya. Kini, salah satu target utama mereka adalah mengalahkan BlackBerry di segmen pasar korporat.
Komputasi awan alias cloud computing mengubah segalanya. Mulai dari cara layanan TI diantarkan, sampai caranya dipakai dalam sebuah organisasi. Tanpa keraguan, Asia Pasifik bergerak cepat merangkul arsitektur baru ini.
Steve Jobs adalah Apple, dan Apple = Steve Jobs. Persamaan itu tak terbantahkan lagi. Jobs lah yang menciptakan Apple bersama Steve Wozniak, dan Jobs pulalah yang menyelamatkan Apple ketika perusahaan itu nyaris 'karam' lima belas tahun lalu.
Lenovo mungkin terbilang baru di industri smartphone Tanah Air, namun produsen asal China ini optimistis bisa merangkul sedikitnya 10% dari total pengguna smartphone di Indonesia.