Kirmir sepanjang 25 meter yang berada di RW 08 Kelurahan Cipadung Kidul Kecamatan Panyileukan, jebol akibat hantaman arus anak Sungai Cipariuk. Akibat sekitar 50 rumah yang berada di lokasi tersebut terendam air setinggi 30 cm.
Banjir bandang menghantam Dukuh Karanganyar, Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Akibat kejadian itu, 4 rumah hanyut terbawa derasnya arus air.
Gorong-gorong di Jalan Banyu Urip memakan korban. Seorang pengayuh sepeda angin yang sedang melintas di atas box yang kini berubah menjadi jalan raya, tiba-tiba terperosok. Beruntung pria tersebut selamat.
Endang (44), seorang penumpang KMP Sumekar Lina, yang juga seorang TKI, diduga tercebur ke laut. Bawaan Endang berupa uang sebesar Rp 21 juta dan emas 100 gram diduga juga ikut terbawa korban.
Hilangnya bocah TK, Abdul Rozak (6) terhanyut air selokan membawa duka mendalam bagi keluarga terutama ibunda korban, Sulastri. Ibu satu anak itu tampak shok dan mengaku tak ada firasat.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, tim Basarnas bersama Linmas, Satpol PP Wiyung dan Tagana Surabaya memutuskan menghentikan pencarian korban. Pencarian bocah TK, Abdul Rozak (6) akan dilanjutkan besok pagi.
Kabar hilangnya bocah TK yang terseret arus, Abdul Rozak (6) diduga disembunyikan makhluk halus atau alap-alap. Hal itu diungkapkan orangtua korban, Roni (31) saat bertanya ke orang pintar.
Seorang pekerja tewas terseret arus sungai Ciliwung saat memperbaiki gorong-gorong. Selain itu 3 orang dinyatakan hilang dan satu selamat dalam insiden naas itu.
Hidup di bawah garis kemiskinan kadang membuat seseorang berbuat nekad. Seperti yang dilakukan Miselan (70), warga Banyuwangi. Buruh Tani ini nekad mengakhiri hidup lantaran selama hidupnya didera kemiskinan.