Pemerintah Iran menegaskan bahwa pesawat tak berawak (drone) Amerika telah masuk ke wilayah udaranya dan menyebut hal itu sebagai penerbangan provokatif.
Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) merilis perintah darurat yang melarang maskapai-maskapai AS terbang di atas perairan yang wilayah udaranya dikuasai Iran.
Badan antariksa Eropa akan meluncurkan misi mengejar komet pada tahun 2028. Komet yang diincarnya merupakan pendatang baru tata surya yang disebut komet murni.
Garda Revolusi Iran hari Kamis (20/6) mengatakan menembak jatuh drone AS. Namun militer AS membantah ada drone miliknya yang terbang di atas wilayah udara Iran.
KSAU, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, berharap TNI AU setiap tahun mampu mencetak minimal 52 penerbang untuk memenuhi kebutuhan seiring dengan penambahan alutsista.