IHSG diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan meski di kisaran yang terbatas. Sentimen negatif dari pasar global bisa jadi faktor penghambat laju IHSG.
Perlu diwaspadai penurunan kineja emiten Q2 2015. Oleh karena itu IHSG diperkirakan akan bergerak negatif dengan rentang support 4850 dan resisten 4930.
Pasca libur panjang Idul Fitri, nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Paman Sam itu sempat menguat ke Rp 13.365.
Toyota Motor Corporation kemungkinan besar akan menunda produksi mobil merek mewahnya, Lexus, di China hingga beberapa tahun ke depan. Langkah ini dilakukan karena melambatnya penjualan mobil mewah di Negeri Tirai Bambu itu serta lebih murahnya biaya produksi di Jepang menyusul melemahnya mata uang yen.