Menjelang proklamasi, Sukarno-Hatta diculik dari Menteng, Jakarta Pusat, ke Rengasdengklok, Karawang, dan menginap dua malam di rumah Djiauw Kie Siong.
Seorang santri kedapatan memanjat tiang bendera pada upacara Hari Santri Nasional di Gorontalo. Santri tersebut diketahui berniat memperbaiki tali yang putus.