Chief de Mission Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohari, membuat terobosan. Jika biasanya bonus hanya diberikan bagi peraih medali, kini atlet yang dapat tiket lolos sudah bisa mengantongi Rp 100 juta.
Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) bersikap tegas dengan mematok jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dikirim ke Olimpiade 206 di Rio de Janeiro, Brasil.
Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) menyatakan, hasil dari tes fisik, medis, dan psikologis atlet-atlet Olimpiade yang dilakukan selama hampir dua pekan menunjukkan hasil yang baik.
Tak hanya perombakan di sektor pemain, Pengurus Pusat (PP) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBI) juga membongkar beberapa pelatih pelatnas Cipayung. Perubahan ada di sektor tunggal putra dan putri.
Berkaca dari yang sudah-sudah, banyak Pengurus Besar/Pengurus Pusat cabang olahraga yang kerap melakukan reimburse setiap akan melakukan uji coba atau training camp untuk event besar seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Chief de Mission tim Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, memenuhi janjinya untuk mengunjungi pusat pelatihan beberapa cabang olahraga proyeksi Olimpiade. Yang pertama ia kunjungi pelatnas bulutangkis.
Kendati mampu meriah emas Asian Games dan pernah juara seperseries, PP PBSI belum pede membebankan emas Olimpiade kepada Greysia Polii/Nitya Khrishinda Maheswari. Persoalan mental menjadi PR.
Ihsan Maulana Mustofa mendapatkan tantangan dari PP PBSI. Tunggal putra terbaik pelatnas itu diharapkan lolos ke Olimpiade 2016 Rio de Janeiro bersama-sama Tommy Sugiarto.
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan relatif aman untuk tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. PP PBSI masih bertekad meloloskan satu ganda putra lain ke ajang tersebut. Siapa yang akan berpeluang lolos?