Kekerasan telah meningkat di kamp pengungsi Rohingya yang luas di Bangladesh, di mana geng-geng bersenjata bersaing mendapatkan kekuasaan dan menculik lawan.
Setelah melewati 20 bulan yang disebut "periode kelam", maskapai penerbangan Qantas bersiap kembali melayani lebih banyak rute pada 21 Desember mendatang.
Jenderal tertinggi militer Sudan mengumumkan penetapan situasi darurat setelah tentara menahan para pemimpin sipil termasuk PM Abdalla Hamdok dalam kudeta.