Kerja, kerja, kerja. Kalimat itu yang selalu diucapkan Jokowi. Tentu gambaran kerja ini sudah sepantasnya diwujudkan pada kabinet yang profesional. Kabinet yang dibentuk nanti tak butuh lagi pro kontra masyarakat.
Nama-nama kandidat menteri telah beredar di tengah masyarakat. Hal ini membuat masyarakat bisa mengkritisi nama-nama yang beredar itu. Setelah mengkritisi, ICW meminta Jokowi tidak buru-buru mengumumkan kabinet.
Nama Sri Mulyani banyak dibicarakan terkait peluangnya masuk ke kabinet Jokowi-JK. Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengonfirmasi ada nama Sri Mulyani di daftar calon menteri Jokowi.
Presiden Joko Widodo telah menyodorkan nama-nama calon menteri ke KPK dan PPATK untuk dikaji integritasnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mempertanyakan maksud Jokowi tersebut.
Sebagian nama calon menteri kabinet Jokowi-JK yang kabarnya dibawa tim transisi ke PPATK dan KPK untuk diverifikasi beredar. Politikus PDIP Aria Bima tidak membenarkan atau membantah. Ia persilakan publik untuk mengkritisi nama-nama itu.
Nama-nama calon menteri kabinet Jokowi-JK beredar. Kabarnya daftar ini yang diserahkan Tim Transisi ke PPATK dan KPK. Melihat daftar yang beredar ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Jokowi berhati-hati.