Rupiah mengalami tekanan cukup besar pada perdagangan hari ini. Kekhawatiran mata uang lokal ini akan melemah hingga akhir tahun membuat pelaku pasar terus berburu dolar AS.
ap dolar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Selasa sore makin terpuruk mendekati angka Rp11.400 per dolar AS menjadi Rp11.330/11.400 dari sebelumnya Rp11.000/11.100 atau melemah 350 poin
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak saling bertolak belakang. Saat rupiah anjlok hingga ke 11.175 per dolar AS, IHSG masih bisa menguat tipis.
Kurs rupiah sampai perdagangan sore ini (10/11) relatif stabil. BI terus intervensi pasar dengan melepas cadangan devisanya sehingga rupiah mampu bertahan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada kisaran Rp10.850,-/Rp11.100,- per dolar AS.
Pelemahan rupiah yang terjadi disesi pagi tidak berlanjut. Pelemahan rupiah bisa dikendalikan dan mata uang lokal berhasil diseret lagi ke bawah level 11.000-an per dolar AS.
Pasar saham dalam negeri tertolong rebound bursa saham regional yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan menguat lumayan. Saham unggulan berpacu ke ke zona positif.
Rebound saham-saham blue chip membuat Indeks Harga Saham Gabungan masuk di zona aman. Sebaliknya rupiah mengalami tekanan yang tinggi hingga menyentuh lagi level 11.135 per dolar AS.