Pendeta yang rumahnya dilempari bom molotov, menyebut alasan pelaku dipecat dari gereja karena malas bekerja. Dia merasa tidak pernah memfitnah soal berjudi.
Setelah meninggalnya para suami akibat bekerja di tambang ilegal yang berada di Kampung Panyarang, memaksa sang istri untuk bekerja, demi melanjutkan hidupnya.