Seiring kerusuhan 22 Mei, konten aksi kekerasan dan ujaran kebencian beredar di medsos. Psikolog sarankan untuk kelola emosi agar tidak mudah terprovokasi.
"(Meninggal) ditembak, di leher apa ya, di leher nembus ke belakang," kata Bibi Farhan Syahfero, Anida. Farhan merupakan korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019.
Kondisi ricuh di Jakarta hari ini membuat banyak orang ketakutan. Tetapi ada saja yang 'kepo' malah mendekati kerusuhan sekadar demi memuaskan rasa ingin tahu.
Ridwan Kamil minta elit politik turun tangan mendinginkan kerusuhan di Jakarta. Ia khawatir aksi-aksi tersebut ditunggangi pihak-pihak tak bertanggungjawab.