Isu mundurnya Tri Rismaharini dari kursi Walikota Surabaya semakin kencang. Seknas Jokowi meminta agar Risma tidak mundur dari kursi walikota Surabaya.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali diisukan telah pamit mengundurkan diri dari jabatannya. Hal tersebut ditepis Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf enggan mengomentari desas-desus mundurnya Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya 2010-2015. Namun, Gus Ipul berharap, Risma tetap bertahan sampai masa akhir jabatannya sebagai Walikota Surabaya.
Isu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal mundur mencuat. Kabarnya Risma sudah berpamitan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Surabaya. Namun Risma membantahnya.
Komisi II DPR mengundang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk mengklarifikasi pemilihan wakil walikota Surabaya yang dinilai tak sesuai prosedur. Namun Risma memilih tak hadir, dengan alasan sibuk.
Tempat kos mahal mahasiswa kawasan Grogol, Jakarta Barat, tidak tergoyahkan apartemen. Air dispenser sampai Wi-Fi disediakan gratis. Pendapatan kotor juragan kos ada yang di atas Rp 120 juta sebulan.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo memenuhi undangan Komisi II DPR RI untuk membahas polemik pemilihan Wawali Surabaya. Soekarwo menyebut proses pemilihan tersebut sudah sesuai prosedur.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini makin moncer sebagai kandidat potensial di Pilpres 2014. Risma pun jadi lirikan parpol lain, apalagi belakangan Risma sempat menyatakan ingin mundur.
Mendagri Gamawan Fauzi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Delegasi Wali Kota Surabaya, dan Panlih Wawali Surabaya akan bertemu di Komisi II DPR RI. Wakil Ketua Komisi II Abdul Hakam Naja menyatakan agenda pertemuan tersebut untuk mengklarifikasi permasalahan.