Rupiah sedikit mengalami tekanan karena aksi ambil untung terbatas yang dilakukan pelaku pasar. Rupiah bergerak sendiri ke jalur merah di saat mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS.
Perusahaan pulp & paper, PT Fajar Surya Wisesa Tbk menganggarkan belanja modalĀ sebesar US$ 90 juta. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk membeli mesin baru.
Aksi ambil untung mewarnai perdagangan saham di sesi I di tengah tipisnya transaksi hari ini. Rupiah pun tak luput dari senggolan profit taking meski pada pembukaan pagi sempat menguat.
Rupiah mengikuti penguatan mata uang regional yang terkena pantulan sentimen penurunan bunga The Fed. Rupiah ikut menikmati euforia penurunan bunga the Fed yang kini di kisaran 0-0,25%.
Pasar global yang sedang dilanda euforia penurunan bunga the Fed di kisaran 0-0,25% ikut dirasakan IHSG. Saham telekomunikasi Indosat dan Telkom merajai kenaikan IHSG.
Indeks Harga Saham Gabungan dan rupiah mencatat kenaikan lumayan mengikuti pasar global yang sedang dilanda euforia penurunan bunga the Fed di kisaran 0-0,25%.
Euforia penurunan bunga the Fed yang di kisaran 0-0,25% ikut berimbas ke rupiah. Mata uang lokal ini langsung mengalami penguatan signifikan di pembukaan perdagangan Selasa.
IHSG mengalami pelemahan signifikan terseret pelemahan bursa regional. Kali ini giliran rupiah yang bisa menguat di tengah bergugurannya saham-saham di lantai bursa.
IHSG melonjak tajam dengan kenaikan yang cukup tinggi karena melejitnya saham unggulan dan lapis dua. IHSG merespons positif penurunan harga BBM dan kenaikan bursa regional.