Belakangan anggota polisi menjadi sasaran teror penembakan orang tak dikenal. Rangkaian teror tersebut diduga berawal dari sejumlah kasus ledakan bom yang berhasil polisi ungkap.
Belum juga pelaku penembakan 4 anggota polisi yang meneror akhir-akhir ini tertangkap, publik kembali dikejutkan dengan aksi serupa. Polisi masih menelusuri motif dan siapa pelaku di balik aksi penembakang terhadap Aipda Anumerta Sukardi.
Polisi masih melakukan investigasi kasus penembakan Aipda Sukardi di depan Gedung KPK. Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan dari barang bukti yang diperoleh, berbeda dengan kasus penembakan polisi sebelumnya.
Banyak polisi berpangkat bintaradibayangi rasa takut saat harus piket malam. Tak heran jika akhir-akhir ini, jarang polisi bertugas di jalanan saat sudah di atas jam tujuh malam.
Teror yang menimpa anggota polisi adalah teror bagi rakyat Indonesia. Seorang polisi, yang telah memiliki keterampilan menjaga diri dan masyarakat terhadap berbagai kejahatan, dilengkapi senjata api dan keterampilan memanfaatkannya, dapat dibunuh dan ditembak oleh orang yang tidak dikenal. Apalagi masyarakat umum?
Maraknya penembakan akhir-akhir ini diyakini karena maraknya peredaran senjata api ilegal. Polri berjanji akan terus menggelar razia untuk menekan angka peredaran senpi ilegal.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berkomentar soal maraknya kasus penembakan terhadap polisi. Ia menganggap peristiwa tersebut mengusik kondusifitas keamanan.
Penembakan terhadap anggota kepolisian menjadi marak akhir-akhir ini. Disinyalir, rasa tak suka terhadap institusi Polri menjadi alasan serentetan aksi penembakan itu.