Rupiah kembali lunglai di level 11.000-an per dolar AS di tengah perdagangan yang tipis menjelang libur akhir tahun ini. Rupiah terseret pelemahan hampir semua mata uang Asia.
Pasar finansial dalam negeri terlihat lesu karena investor sudah banyak yang keluar menjelang libur akhir tahun. IHSG dan rupiah makin lesu mengikuti bursa regional.
Anjloknya saham PGN hingga kepentok auto rejection batas bawah menjadi pemicu utama turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Transaksi saham juga berlangsung tipis.
Pelemahan rupiah yang mencolok terlihat sejak Oktober 2008. Rupiah sempat anjlok ke 12.850 per dolar AS namun kemudian bisa menguat lagi. Lalu bagaimana prospek rupiah di ujung tahun hingga awal tahun depan?
Pasar saham benar-benar sepi karena pelaku pasar mulai bersiap libur yang membuat IHSG turun. Di tengah minimnya transaksi itu, rupiah justru menguat tipis.
Krisis finansial global diprediksi masih akan berlanjut di tahun 2009. Tapi tak semua industri akan terpukul di 2009, ada beberapa yang masih bisa bertahan bahkan tumbuh.
Rupiah menutup akhir pekan ini dengan penguatan yang lumayan. Rupiah menguat sendirian di saat mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS dan turunnya IHSG.