Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pada 20 Oktober dihantui isu penjegalan. Sejumlah pemimpin partai angkat bicara, seperti terangkum dalam 6 respons ini:
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menginstruksikan agar anggota Fraksi PAN di DPR menghadiri acara pembacaan sumpah Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Acara itu akan berlangsung pada 20 Oktober 2014.
Pembacaan sumpah presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) tinggal menghitung hari. Ketum Golkar Aburizal Bakrie meminta kekompakan Fraksi Golkar untuk hadir di pelantikan tersebut.
DPR menggelar sidang paripurna penetapan fraksi yang sempat tertunda pada sidang pertama pekan lalu. Sidang kali ini dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto dan dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.
Gagal mengantarkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa jadi RI 1 dan RI 2, KMP membalas dengan menguasai parlemen. Kesuksesan itu tidak lepas dari deal dengan PD. "Itu tentu saja tidak terjadi kalau tidak adanya take and give," kata Akbar Tandjung.
Setelah memenangkan kursi pimpinan parlemen, Koalisi Merah Putih (KMP) berencana menyapu bersih seluruh posisi di alat kelengkapan dewan. KMP seakan tidak memberi peluang bagi parpol di luar koalisi. Bagaimana sikap PDIP?
PPP kembali harus menelan pil pahit setelah tak terpilih pula sebagai pimpinan MPR meski sudah masuk dalam paket yang diajukan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Apa alasannya?
Pelaku pasar merespons negatif perkembangan politik beberapa hari ini. Terakhir, terpilihnya Ketua MPR baru menjadi sentimen negatif yang menyebabkan IHSG dan nilai tukar rupiah anjlok.