Pertamina menambah pasokan BBM bersubsidi ke 99 SPBU di Aceh sebagai upaya normalisasi. Penambahan dilakukan terhadap lima TBBM yang ada di Tanah Rencong.
Pemerintah meminta Pertamina tidak lagi melakukan pemotongan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU. Namun hal ini menyebabkan kuota konsumsi BBM bersubsidi akan melampaui pagu yang telah ditetapkan yaitu 46 juta kilo liter.
Meski Pertamina menyatakan telah melakukan normalisasi pasokan, namun ternyata masih terjadi antrean di SPBU. Bahkan di sejumlah SPBU di Yogyakarta, warga rela menunggu sambil mengantre panjang meski SPBU belum dibuka.
Pertamina memprediksi tanpa langkah antisipasi maka subsidi BBM tahun ini akan bertambah hingga Rp 8 triliun. Dari mana uang untuk membayar kelebihan BBM subsidi tersebut?
PT Pertamina Operation Region V (Jatim dan Bali) segera menormalisasi pasokan BBM bersubsidi. Pertamina akan menginstruksikan seluruh SPBU segera menambah Delivery Order dan penambahan jam operasi di seluruh Terminal BBM.
Tanpa ada pengurangan penyaluran BBM bersubsidi, maka volume konsumsinya bisa mencapai 47,5 juta KL. Ini akan membuat subsidi BBM membengkak hingga Rp 8 triliun.
Kesulitan mendapat BBM subsidi masih dirasakan sebagian warga di Situbondo. Sepanjang hari ini, antrean panjang masih tampak di sejumlah SPBU di Situbondo.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mengatakan jika pemerintahan mendatang yang dipimpin Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai wajar. Menurutnya, setiap presiden yang menjabat pernah menaikkan harga BBM.
Tahun ini, jatah atau kuota penyaluran BBM bersubsidi ditetapkan sebesar 46 juta KL seperti dalam APBN-Perubahan 2014. Kuota ini diperkirakan jebol, sehingga kemungkinan akan dibuat Perppu agar bisa menambahnya.