Penghargaan tersebut diberikan karena dinilai Bima mampu merevitalisasi filosofi kearifan lokal Sunda melalui tema Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538 saat pandemi.
Diyah bersama sang kakak Marfuah yang juga bekerja di salah satu bank swasta menjalani usaha mukena lukis. Diyah memegang produksi, kakak menjadi marketing.