Di hari ke 59 pasca tragedi terjatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, tidak ada pengiriman jenazah atau body part. Apabila dalam minggu depan tidak ada kiriman lagi ke rumah sakit Bhayangkara, posko Crisis Center AirAsia QZ8501 di gedung Mahameru mapolda Jatim akan ditutup.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501. Hari ini, tim mengidentifikasi 1 jenazah yakni Kathleen Fulvia Linaksita.
Petugas Dishubkominfo Kota Semarang melakukan pengecekan terhadap bangkai bus Sang Engon yang berada di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) klas 1 Semarang. Dari hasil pemeriksaan sementara secara teknis kondisi bus layak jalan.
Sopir bus Sang Engon, M Husein, melajukan kendaraannya dalam kecepatan tinggi saat peristiwa nahas yang menewaskan 18 penumpang terjadi hari Jumat (20/2) lalu. Ternyata sebelum kejadian, Husein sudah diperingatkan penumpang agar mengurangi kecepatan.
Sopir bus Sang Engon, M Husein, diperiksa di Mapolrestabes Semarang sebagai tersangka dari peristiwa kecelakaan yang menewaskan 18 penumpang. Namun karena kesakitan akibat lukanya, M Husein kembali dibantarkan ke RS Bhayangkara.
Sopir bus Sang Engon, M Husein, masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Semarang karena empat tulang rusuknya patah. Meski demikian tangan M. Husein tetap diborgol ke ranjang karena sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa nahas hari Jumat (20/2) lalu itu.
Pada hari ke-58 pasca kejadian terjatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi lagi satu jenazah. Jenazah dengan label B099 teridentifikasi atas nama Caroline Harwon Lioe, perempuan 36 tahun asal Surabaya, Jawa Timur.
Pengemudi bus Sang Engon, M Husein hingga saat ini masih dirawat di ruang Mawar RS Bhayangkara Semarang. Meskipun dari fisik luar hanya terdapat luka lecet, ternyata pria yang ditetapkan menjadi tersangka itu empat tulang rusuk sebelah kirinya patah.
Data terbaru yang diterima DVI terkait total korban tewas kecelakaan Bus Sang Engon hingga saat ini mencapai 18 orang. Dua orang korban yang sempat dirawat di RSUP dr Kariadi Semarang menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (21/2/2015).