Selama triwulan I-2012, kenaikan harga properti perumahan mewah di Jakarta terus mengalami kenaikan hingga 4,3%. Angka ini merupakan yang tertinggi di Pasifik.
Data BPS menunjukkan terjadinya pelambatan ekspor pada triwulan I-2012. Presiden SBY mendorong jajaran terkait bekerja lebih keras menjaganya ekspor tidak terus anjlok.
Nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS di April 2012. Namun Bank Indonesia (BI) mengungkapkan volatilitas rupiah relatif masih terjaga.
Lembaga pemeringkat asing Standard and Poor's (S&P) tak menaikkan peringkat Indonesia. Karena pemerintah batal menaikkan tarif listrik dan harga BBM subsidi.
Para pemegang saham Citigroup menolak rencana pemberian bonus untuk CEO Vikram Pandit, karena dinilai sudah punya gaji besar tapi kinerja yang biasa saja.