Propam Polri langsung turun tangan memeriksa Brigjen Edmon Ilyas dan Brigjen Raja Erizman serta penyidik yang dituding Susno Duadji terlibat kasus markus pajak Rp 25 miliar. Hasilnya, 2 jenderal itu dan seluruh penyidik belum terbukti terlibat.
Mabes Polri masih akan menunggu rekomendasi satgas secara resmi mengenai kasus mafia hukum di tubuh Polri dalam dugaan markus pajak Rp 25 miliar. Rekomendasi tersebut terkait penyelidikan kasus Rp 25 miliar ini agar ditangani KPK bukan Polri.
Mabes Polri melayangkan surat undangan kedua untukĀ Susno Duadji yang menyebut dugaan adanya markus di tubuh Polri. Susno diminta hadir pada Senin (21/3/2010) pekan depan.
Mabes Polri gerah dengan tudingan Komjen Susno Duadji soal adanya markus yang berkantor di antara ruang kerja Kapolri dan Wakapolri. Kadiv Humas Mabes Polri Edward Aritonang menilai tudingan Susno sebagai tindakan melanggar hukum.
Satgas Pemberantasan Mafia Hukum meminta KPK ikut mengusut kasus mafia pajak senilai Rp 25 miliar di Polri. Diduga ada indikasi penyelenggara negara terkait kasus itu.
GT hanya pegawai Ditjen Pajak biasa golongan 3 A. Tapi di rekeningnya ditemukan simpanan mencapai Rp 25 miliar. Dicurigai uang ini merupakan setoran dari para pengemplang pajak.
Sebelum mem-blow up ke media, Komjen Susno Duadji mengaku telah melaporkan kasus pajak Rp 25 miliar yang menyusut menjadi Rp 400 juta kepada Kabareskrim Komjen Ito Sumardi. Namun hal itu dibantah oleh Ito.
Hubungan Komjen Susno Duadji dan institusi Polri soal kasus pajak Rp 25 miliar kian memanas. Untuk membantah tudingan Susno, Mabes Polri pun akan memberikan keterangan pers.
Bursa saham Asia menguat setelah laporan klaim pengangguran dan manufaktur Philadephia yang mendorong kepercayaan terhadap perekonomian AS. Berikut market flash eTrading Securities.