Saat Lebaran, menyajikan makanan manis, bersantan dan berlemak sepertinya sudah menjadi tradisi. Namun jangan terlalu kalap menyantap semuanya, perhatikan kadar kolesterol, tensi dan gula darah Anda.
Banyak orang bertahan saat menjalani puasa Ramadan yang harus menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh. Namun saat Lebaran tiba, tidak sedikit yang malah jatuh sakit. Kenapa bisa begitu?
Saat Lebaran tiba, menyajikan makanan manis, bersantan dan berlemak sepertinya sudah menjadi tradisi. Namun jangan terlalu kalap menyantap semua makanan, perhatikan kadar kolesterol, tensi dan gula darah Anda.
Kegemukan tidak hanya dipengaruhi oleh banyak/sedikitnya makanan yang dikonsumsi, tapi juga tempat di mana kita memakannya. Salah satu tempat paling 'bahaya' bagi para pediet yang ingin turunkan berat badan adalah di depan TV yang sedang menyala.
Makanan khas Palembang ini selalu bikin kangen. Rasanya gurih-gurih lembut dengan jejak gurih yang enak. Makin mantap saat disuap bareng kuah cuka yang manis pedas. Sepiring pempek kapal selam dan adaan buatan Cek Lin inipun cepat tandas!
Nasi uduk khas Betawi memang terkenal dengan gaya racikannya. Nasinya gurih, diberi lauk bihun goreng, kerupuk dan ditaburi bawang goreng. Semur jengkol atau ayam goreng jadi lauknya. Wah, gaya racikan ini pun sama dengan nasi uduk di Tangerang!
Walau mengkonsumsi makanan manis saat puasa berguna untuk menstabilkan gula darah yang anjlok, perhatikan pula risikonya membuat gigi rusak. Untung ada beberapa santapan yang dapat mencegahnya.
Lebaran merupakan saat silaturahmi keluarga dan teman. Dengan banyaknya tamu yang hadir, hidangan yang disajikan pun harus cukup. Jika tidak ingin repot, Anda bisa memesan layanan katering yang menawarkan berbagai hidangan lengkap.
Mau bikin nastar? Kue klasik ini selalu jadi andalan untuk suguhan lebaran. Bentuknya juga beragam. Selain bulat, juga ada bentuk daun, buah dan keranjang. Agar tidak bosan, isian nastar bisa diganti dengan selai apel.